Orang - Ahmad Fuadi  - Jimmy Oentoro | Satu Cerita Untuk Indonesia

Ahmad Fuadi Komunitas Menara

Perjalanan Ahmad Fuadi berliku dan penuh lompatan. Ia sempat menempuh pendidikan di Fakultas Teknik Universitas Indonesia sebelum berpindah ke Sastra Jepang dan melanjutkan kuliah di Tokyo University of Foreign Studies. Pernah menjadi pegawai negeri di Kementerian Luar Negeri, Fuadi memutuskan untuk meninggalkan zona nyaman dan mengejar panggilan hidup sebagai penulis, sebuah keputusan yang kemudian mengantarkannya pada beragam penghargaan bergengsi dalam dunia sastra. Namun, bagi Fuadi, literasi bukan hanya tentang buku dan penghargaan. Ia memandangnya sebagai alat perubahan. Dari pemikiran itulah lahir Komunitas Menara, sebuah yayasan sosial yang ia dirikan bersama istrinya, Danya Dewanti. Komunitas ini berdiri dengan semangat โ€œMari Ikhlas Berbagi,โ€ memberikan akses pendidikan gratis berkualitas bagi anak-anak kurang mampu, terutama pada jenjang usia dini. Di lembaga ini, guru-guru mendapatkan pelatihan rutin, kurikulum ditata dengan serius, dan anak-anak diasuh dengan visi membentuk generasi berbudi pekerti tinggi dan berpikiran terbuka. Di balik semua pencapaiannya, Fuadi menyadari tantangan besar yang mengintai dunia literasi: pembajakan buku dan pelanggaran hak cipta. Di era digital, praktik ilegal seperti e-book bajakan, fotokopi tanpa izin, hingga distribusi daring yang tidak sah kian merajalela. Ancaman ini bukan hanya merugikan penulis dan penerbit secara finansial, tetapi juga melemahkan ekosistem literasi, menurunkan apresiasi terhadap karya orisinal, dan pada akhirnya menghambat kreativitas itu sendiri. Menurut Fuadi, menghargai hak kekayaan intelektual adalah bagian dari membangun peradaban. Melalui karya dan aksinya, Ahmad Fuadi membuktikan bahwa literasi bukan sekadar aktivitas membaca atau menulis, tapi sebuah jalan hidup. Ia percaya bahwa dengan membuka buku, kita sedang membuka jendela dunia. Dengan menghormati karya orang lain, kita sedang menumbuhkan budaya yang sehat. Dan dengan memberikan akses pendidikan kepada mereka yang kurang beruntung, kita sedang menyalakan cahaya bagi masa depan Indonesia. Ahmad Fuadi bukan hanya sosok yang menulis cerita, ia adalah cerita itu sendiri. Cerita tentang keberanian memilih jalan sendiri, tentang konsistensi membela nilai, dan tentang keyakinan bahwa lewat pena dan pendidikan, perubahan nyata bisa terjadi.

Youtube