Orang - Intan Anggita Pratiwi - Jimmy Oentoro | Satu Cerita Untuk Indonesia

Intan Anggita Pratiwi Setali Indonesia

Praktik Slow Fashion, Menghidupkan Kembali Kebiasaan Berkelanjutan di Indonesia

Industri fashion telah menjadi penyumbang signifikan terhadap emisi karbon global, yang diprediksi akan terus meningkat hingga tahun 2030. Dalam menghadapi tantangan ini, praktik slow fashion atau sustainable fashion muncul sebagai solusi mendesak untuk menjaga lingkungan tetap lestari. Di Indonesia, praktik ini sebenarnya telah lama eksis, namun sering terlupakan seiring perkembangan zaman.

Menurut co-founder Setali Indonesia, Intan Anggita Pratiwie, praktik sustainable fashion telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia sejak lama. Namun, seringkali hal ini tidak disadari karena kurangnya branding sebagai slow fashion. Misalnya, penggunaan pewarna alami yang ramah lingkungan masih digunakan oleh para pengrajin tenun di Sumba, Nusa Tenggara Timur. Namun, penggunaan pewarna sintetis yang lebih murah dan cepat sering menggantikan praktik tradisional ini, meskipun dengan dampak yang lebih buruk bagi lingkungan. Oleh karena itu, edukasi dan kesadaran tentang sustainable fashion menjadi kunci untuk kembali menghidupkan praktik ini di era modern, yang dijalankan melalui kampanye, workshop, dan pendekatan inklusif oleh Setali Indonesia.