Rumah Makan GratisAditya Prayoga adalah sosok inspiratif di balik inisiatif Rumah Makan Gratis (RMG), yang menyediakan makanan tanpa biaya bagi siapa pun yang membutuhkan. Berawal dari pengalaman hidup yang sulit, termasuk pernah tidur di bawah jembatan saat merantau ke Jakarta, Aditya terdorong untuk membantu sesama yang mengalami kesulitan serupa. Pada 2 September 2016, bersama istrinya, ia mendirikan RMG pertama di rumah kontrakan mereka di Ciangsana, Bogor, dengan modal pribadi dan hanya 20 porsi makanan per hari .
Traditional Games ReturnsKetika dunia anak-anak hari ini tenggelam dalam layar dan adiksi gawai menjadi ancaman serius, Aghnina Wahdini—atau akrab disapa Nina—datang membawa obor kecil yang perlahan menjelma jadi gerakan besar Traditional Games Returns (TGR). Berawal dari tugas kuliah sederhana bertema “I Love Indonesia,” Nina menyadari betapa permainan tradisional seperti engklek, gobak sodor, dan congklak mulai lenyap dari ingatan anak-anak masa kini. Ia pun mengambil langkah berani untuk menjadikan permainan tradisional bukan hanya nostalgia, tetapi gerakan nasional.
CEO Enable ProjectAie Natasha adalah pemudi asal Balikpapan, Kalimantan Timur, yang dikenal sebagai aktivis lingkungan dan pemimpin muda yang aktif dalam berbagai forum nasional maupun internasional. Ia menjabat sebagai CEO Enable Project dan juga Koordinator Konsorsium Gerakan Bangun Nusantara (Gerbangtara). Aie juga tengah menempuh pendidikan di Program Magister Ilmu Komunikasi BINUS Graduate Program. Pada Maret 2025, Aie mewakili Indonesia dalam konferensi regional PBB di Bangkok yang diselenggarakan oleh UNDP dan UNEP, dengan membawa isu corporate sustainability dan pentingnya green skills. Ia juga terlibat aktif dalam pembangunan ekosistem kreatif dan pemberdayaan masyarakat lokal di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui Gerbangtara, bekerja sama dengan berbagai kementerian dan institusi negara.
Ketua Umum Humanitarian Forum Indonesia (HFI)Ali Yusuf adalah Ketua Umum Humanitarian Forum Indonesia (HFI), sebuah jaringan kemanusiaan lintas agama yang menghimpun berbagai lembaga berbasis keimanan untuk bekerja sama dalam isu-isu kemanusiaan di Indonesia dan kawasan. Di bawah kepemimpinannya, HFI menjadi wadah dialog, kerja sama, dan aksi nyata antar organisasi yang berbeda latar belakang keagamaan, namun bersatu dalam misi kemanusiaan.
Direktur The Climate Reality Project IndonesiaAmanda Katili Niode adalah salah satu tokoh lingkungan hidup terkemuka di Indonesia yang telah mengabdikan dirinya dalam isu perubahan iklim selama lebih dari dua dekade. Saat ini, ia menjabat sebagai Direktur The Climate Reality Project Indonesia, organisasi global yang didirikan oleh Al Gore, mantan Wakil Presiden Amerika Serikat dan peraih Nobel Perdamaian, yang fokus pada edukasi dan advokasi aksi iklim di seluruh dunia.
Lions Club IndonesiaApril dan Franko adalah sosok di balik inisiatif sosial yang menggerakkan klub sepak bola untuk anak-anak marginal melalui Lions Club Indonesia. Mereka percaya bahwa olahraga, khususnya sepak bola, dapat menjadi medium yang kuat untuk membentuk karakter, membangun rasa percaya diri, dan membuka harapan baru bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, panti asuhan, hingga komunitas rentan di pinggiran kota.
Komunitas HistoriaAsep Kambali, seorang aktivis pelestarian sejarah dan budaya, telah mengukir jejak yang signifikan melalui pendirian Komunitas Historia Indonesia (KHI) dan Paguyuban Asep Dunia. Setelah meninggalkan jabatan sebagai general manager di sebuah hotel, Asep Kambali memusatkan perhatiannya untuk memasyarakatkan sejarah melalui berbagai program dan kegiatan yang edukatif.
Sekolah RelawanBayu Gawtama, atau yang akrab disapa Mas Gaw, telah mengabdikan hampir 18 tahun hidupnya untuk membantu sesama. Terlahir dari keluarga sederhana, Mas Gaw dididik untuk menjadi sosok tangguh dan mandiri sejak kecil, membantu ibunya dalam berbagai pekerjaan untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka. Meskipun perjuangan hidupnya keras, Mas Gaw bersyukur atas bantuan orang baik di sekitarnya, yang menginspirasinya untuk menjadi relawan tanpa lelah.
Palu ProduktifBiondi Sanda Sima, seorang pemuda asal Kota Palu, Sulawesi Tengah, telah menorehkan jejak prestasi yang menginspirasi. Setelah meniti karir sebagai profesional muda di berbagai belahan dunia, Biondi memilih untuk kembali "mengabdi" kepada kota kelahirannya. Dengan segudang penghargaan dan rekam jejak pendidikan yang mumpuni, Biondi membawa visi baru untuk membawa perubahan positif di Palu.
Yayasan Negeri RempahBram Kusharjanto adalah sosok di balik berdirinya Yayasan Negeri Rempah, sebuah gerakan yang mengangkat kembali kejayaan Indonesia sebagai negeri penghasil rempah yang melegenda. Dengan latar belakang sebagai penggiat budaya dan aktivis kemanusiaan, Bram melihat bahwa rempah tidak hanya soal komoditas ekonomi, tapi juga identitas bangsa yang telah lama terlupakan.
Diberi Untuk Memberi (DUM)Dalam lima tahun terakhir, Yayasan Diberi Untuk Memberi (DUM) telah menjalankan lebih dari 30 proyek di bidang sosial, lingkungan, dan kesehatan di berbagai daerah di Indonesia. Fokus utama yayasan ini adalah menciptakan dampak positif dan perubahan yang berkelanjutan untuk mendukung kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Saat ini, DUM sedang aktif terlibat dalam beberapa proyek di Nusa Tenggara Timur, Wamena, dan Sulawesi Tengah, dengan harapan bahwa setiap kegiatan yang dilakukan dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat setempat.
CEO Save the Children IndonesiaDessy Kurwiany Ukar adalah figur inspiratif di balik kepemimpinan Save the Children Indonesia, sebuah organisasi internasional yang berdedikasi untuk memperjuangkan hak-hak anak dan menyediakan masa depan yang lebih baik bagi setiap anak di Indonesia. Dengan pengalaman panjang di sektor pembangunan, kemanusiaan, dan advokasi sosial, Dessy hadir sebagai pemimpin yang berani, visioner, dan berdampak nyata.