Heni Sri Sundani Petani Anak Cerdas
Dari TKI Hongkong Hingga Mendirikan Komunitas Anak Petani Cerdas
Bagi Heni Sri Sundani, perjuangan untuk meraih pendidikan tinggi tidaklah mudah. Terlahir dan dibesarkan dalam keterbatasan ekonomi, Heni harus menempuh jalan yang berliku untuk mewujudkan mimpi menjadi seorang sarjana. Sebagai seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Hongkong, ia mengalami banyak kesulitan dalam perjalanannya. Namun, tekad dan semangatnya untuk mencapai cita-cita tidak pernah padam.
Melalui perpustakaan sederhana yang ia dirikan setelah pulang dari Hongkong pada tahun 2011, Heni memulai Komunitas Anak Petani Cerdas dengan tujuan untuk memberikan pendampingan belajar kepada anak-anak petani dan keluarga marjinal. Dari sini, ia bergerak untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi bagi anak-anak tersebut. Berawal dari lingkungan buruh tani dan pengalaman pribadinya yang sulit, Heni yakin bahwa pendidikan dapat menjadi jembatan untuk memutus rantai kemiskinan.
Meskipun menghadapi tantangan besar sebagai TKI di luar negeri, Heni tidak pernah menyerah pada impian menjadi seorang guru. Dukungan dan tekadnya untuk mewujudkan cita-citanya memotivasinya untuk terus maju. Saat ini, lebih dari sepuluh ribu anak telah menerima manfaat dari Komunitas Anak Petani Cerdas, membuktikan bahwa mimpi Heni untuk memberikan manfaat kepada masyarakat Indonesia telah menjadi kenyataan.