Orang - Tya Subiakto - Jimmy Oentoro | Satu Cerita Untuk Indonesia

Tya Subiakto Komposer Musik/KollaboraGigs

Perjalanan Tya di dunia musik dimulai sejak usia muda, namun titik penting kariernya dimulai ketika bersama saudara-saudaranya, Dion Wardyono dan Sati Setiawati, ia mendirikan T&T Orchestra pada 15 April 1995. Inilah awal mula langkah seriusnya dalam dunia musik film. Tak lama setelah itu, Tya mendirikan Tya Subiakto Production, sebuah rumah produksi yang mengelola beragam proyek musik, baik untuk film maupun iklan. Di sinilah Tya menunjukkan kemampuannya tidak hanya sebagai seniman, tetapi juga sebagai pemimpin kreatif. Tya telah menerima berbagai penghargaan, baik di tingkat nasional maupun internasional, atas dedikasinya dalam menghidupkan cerita lewat musik. Lebih dari sekadar menciptakan harmoni, Tya menggunakan musik sebagai alat komunikasi yang menyampaikan rasa, memperdalam narasi, dan menggugah penonton. Tak heran jika namanya menjadi salah satu yang paling dicari oleh para sineas. Namun kontribusi Tya tidak berhenti di ruang rekaman atau panggung konser. Ia aktif dalam berbagai organisasi yang mendukung kemajuan perfilman dan musik Indonesia, termasuk Badan Perfilman Indonesia (BPI), di mana ia pernah menjabat di bidang informasi dan komunikasi. Di sana, Tya ikut mengampanyekan pentingnya apresiasi masyarakat terhadap film nasional dan memperjuangkan kesejahteraan pekerja film. Ia juga kerap terlibat dalam workshop, mentoring, serta pembinaan bagi para komposer dan penata musik muda mendorong hadirnya generasi penerus yang kompeten dan profesional. Di tengah padatnya kesibukan, Tya tak melupakan misi sosial dan spiritualitas dalam berkarya. Ia menulis novel "Panggil Aku Mama", buku yang menggali tema keluarga, pengasuhan, dan nilai-nilai kemanusiaan. Buku ini memperlihatkan sisi lain dari dirinya, seorang perempuan yang bukan hanya seniman, tapi juga ibu, pendidik, dan penyintas berbagai dinamika sosial. Komitmen Tya dalam memperkuat ruang kolaborasi juga diwujudkan melalui KollaboraGigs, platform yang ia dirikan bersama Alex Kuple. KollaboraGigs menjadi ruang bagi para musisi independen dan seniman dari berbagai latar untuk berkreasi, saling mengisi, dan tampil bersama. Kolaborasi seperti lagu "Kopi dan Pisang Goreng", hingga aksi panggung bersama Disto Percussion menjadi bukti nyata bahwa musik bisa jadi wadah persatuan. Kanal YouTube KollaboraGigs pun menjadi panggung alternatif yang membawa semangat seni lintas genre, lintas batas. Sebagai perempuan yang sukses dalam industri yang masih didominasi laki-laki, Tya Subiakto membuktikan bahwa ketekunan, keberanian, dan kualitas bisa membuka jalan siapa pun untuk berkarya dan menginspirasi. Ia bukan hanya mengubah cara kita mendengar musik dalam film, tapi juga memperluas cakrawala bagaimana musik bisa menyuarakan harapan, identitas, bahkan perlawanan. Melalui seluruh perjalanannya dari mendirikan orkestra, memimpin produksi musik film, membina musisi muda, sampai menciptakan ruang kolaboratif, Tya telah dan terus memberi makna pada bunyi. Karena bagi Tya, musik bukan hanya tentang nada, tapi tentang cerita yang ingin disampaikan pada dunia.

Youtube