Rafa Jafar EwasteRJ
Pada tahun 2015, di usia yang masih sangat muda, Rafa memulai gerakan EwasteRJ dari rumahnya di Jakarta. RJ adalah singkatan dari Rumah Jelantah, nama awal komunitas yang fokus pada pengelolaan sampah minyak jelantah, yang kemudian berkembang menjadi pengelolaan sampah elektronik karena urgensinya yang semakin besar. Rafa mulai membuka dropbox mandiri untuk limbah elektronik, menerima barang-barang seperti baterai, charger, kabel, dan perangkat elektronik kecil dari masyarakat yang ingin membuangnya secara bertanggung jawab. Gerakan ini kemudian menjalar, dan kini EwasteRJ memiliki ratusan dropbox di berbagai titik di Jabodetabek dan kota-kota lain di Indonesia. Rafa menjalankan EwasteRJ bukan sekadar proyek lingkungan, tetapi juga sebagai gerakan sosial. Ia memastikan bahwa limbah elektronik yang terkumpul diproses dengan aman melalui mitra pengelola bersertifikat. Tidak hanya itu, sebagian dari keuntungan yang didapat dialihkan untuk program pemberdayaan masyarakat, seperti pelatihan digital untuk pemuda dan kegiatan edukasi lingkungan di sekolah-sekolah. Ia juga menggandeng banyak relawan muda, membangun semangat kolektif bahwa perubahan bisa dimulai dari tindakan kecil: membuang barang elektronik pada tempatnya. Di bawah kepemimpinan Rafa, EwasteRJ terus tumbuh menjadi gerakan yang inklusif dan berkelanjutan. Ia aktif membangun kemitraan dengan sekolah, universitas, perusahaan, dan lembaga pemerintahan. Melalui berbagai kolaborasi ini, Rafa membawa isu limbah elektronik ke ruang-ruang diskusi publik dan mendorong lahirnya kesadaran baru tentang circular economy di kalangan anak muda. Ia percaya bahwa keberlanjutan bukan hanya urusan teknis daur ulang, tapi juga tentang mengubah pola pikir dan gaya hidup. Dedikasi dan konsistensi Rafa menjadikan EwasteRJ sebagai salah satu gerakan lingkungan anak muda paling berdampak di Indonesia. Ia mewakili generasi baru yang tidak hanya peduli, tapi juga bergerak dengan solusi. Bagi Rafa, menjaga bumi adalah bentuk tanggung jawab lintas generasi—dan limbah elektronik adalah salah satu medan perjuangan yang harus ditata dengan kesadaran, kolaborasi, dan aksi nyata.