Dr. Dante Rigmalia, M.Pd. Komisi Nasional Disabilitas (KND)
Sebelum menjabat di KND, Dr. Dante dikenal sebagai akademisi dan pendidik. Ia menempuh pendidikan doktoral di bidang pendidikan dan banyak berkarya dalam penelitian serta pengembangan kebijakan terkait pendidikan inklusif. Kariernya dibentuk oleh pengalaman panjang dalam membina guru, mendampingi komunitas marginal, dan mengembangkan kurikulum yang ramah terhadap anak dan penyandang disabilitas. Bagi Dr. Dante, pendidikan adalah kunci awal pemberdayaan, termasuk bagi mereka yang sering kali disisihkan karena keterbatasan fisik, sensorik, mental, atau intelektual. Ia percaya bahwa ketika sistem pendidikan mampu memberikan ruang yang adil bagi semua anak, maka masyarakat inklusif akan terbangun dari bawah, bukan hanya dari meja-meja rapat kebijakan. Sebagai Ketua KND, Dr. Dante tak hanya bekerja dari balik meja. Ia aktif menjalin dialog dengan komunitas disabilitas di berbagai daerah, mendengarkan aspirasi mereka secara langsung, dan mendorong keterlibatan pemerintah daerah dalam pemenuhan hak-hak dasar seperti akses terhadap pendidikan, pekerjaan, kesehatan, transportasi publik, perlindungan hukum, hingga partisipasi politik. KND di bawah kepemimpinannya bersikap tegas namun kolaboratif, mengawasi jalannya kebijakan publik, memberikan masukan terhadap regulasi, sekaligus menjadi mitra strategis bagi kementerian, lembaga, dan sektor swasta dalam menciptakan Indonesia yang ramah disabilitas. Salah satu langkah nyata KND adalah menginisiasi audit aksesibilitas pada fasilitas publik, serta mendorong praktik rekrutmen inklusif di dunia kerja. Tidak hanya fokus pada urban area, Dr. Dante memastikan bahwa pendekatan KND menjangkau komunitas di desa-desa dan wilayah terpencil, tempat di mana suara disabilitas sering kali paling sunyi. Salah satu prinsip utama yang diusung oleh Dr. Dante adalah pendekatan berbasis hak (rights-based approach). Penyandang disabilitas bukanlah kelompok yang harus "ditolong" atau "dikasihani", melainkan warga negara yang memiliki hak yang sama untuk hidup, belajar, bekerja, dan berkontribusi. Dengan semangat tersebut, KND menggencarkan kampanye publik untuk menghapus stigma dan diskriminasi, serta membangun persepsi baru bahwa keberagaman fisik atau mental bukanlah hambatan, tetapi bagian dari kekayaan sosial. Dr. Dante juga dikenal vokal dalam membela hak perempuan penyandang disabilitas yang menghadapi tantangan berlapis, baik dari sisi gender maupun kondisi fisik/mental. Ia menyoroti pentingnya perlindungan hukum, akses layanan kesehatan seksual dan reproduksi, serta representasi yang setara dalam pengambilan keputusan. Tak hanya itu, ia mendorong lahirnya kebijakan afirmatif untuk kelompok rentan lainnya, termasuk anak-anak dengan disabilitas dan warga lansia dengan kebutuhan khusus. Prinsip utamanya adalah: tak seorang pun boleh tertinggal dalam pembangunan. Visi besar yang dibawa oleh Dr. Dante Rigmalia adalah menjadikan Indonesia sebagai negara ramah disabilitas menuju 2045, seiring dengan visi Indonesia Emas. Ia percaya bahwa kemajuan bangsa hanya bisa dicapai jika seluruh warganya diberi ruang untuk tumbuh dan berdaya, tanpa terkecuali. Melalui kolaborasi lintas sektor, riset yang kuat, serta pendekatan kemanusiaan yang hangat, Dr. Dante menegaskan bahwa transformasi inklusif bukan utopia, ia sedang diwujudkan hari demi hari.
Youtube