Yohanes Kurnia Sekolah Robot Indonesia (SARI)
Berangkat dari keprihatinan terhadap ketimpangan akses pendidikan teknologi di Indonesia, Yohanes mendirikan SARI sebagai ruang belajar inklusif yang memungkinkan anak-anak dari berbagai latar belakang untuk mengenal dan mengembangkan potensi mereka di bidang robotika. Ia ingin menciptakan ekosistem belajar yang tidak hanya menekankan pada teori, tetapi juga mendorong anak-anak untuk bereksperimen, membangun, dan memecahkan masalah nyata menggunakan teknologi. SARI hadir bukan sekadar tempat kursus atau laboratorium robotika, melainkan sebuah gerakan pendidikan yang bertujuan membentuk generasi pencipta teknologi, bukan sekadar pengguna. Program yang dirancang Yohanes meliputi kelas robotika untuk anak-anak sejak usia dini, pelatihan guru, kompetisi, hingga pengembangan kurikulum berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics). Dengan pendekatan yang kreatif dan menyenangkan, Yohanes menjadikan robotika sebagai sarana belajar yang mudah diakses. Anak-anak tidak hanya belajar bagaimana merakit robot, tetapi juga memahami logika pemrograman, kerja tim, dan berpikir kritis — keterampilan penting di era Revolusi Industri 4.0. Di bawah kepemimpinannya, Sekolah Robot Indonesia telah menjangkau ratusan sekolah dan komunitas di berbagai daerah. Banyak alumninya yang meraih prestasi nasional hingga internasional dalam bidang teknologi dan inovasi. Lebih dari sekadar mengajarkan keterampilan teknis, Yohanes percaya bahwa pendidikan robotika juga dapat membentuk karakter. Melalui robot, anak-anak belajar tentang tanggung jawab, kreativitas, dan ketekunan. Baginya, teknologi adalah alat untuk memperkuat nilai-nilai, bukan menggantikan kemanusiaan. Hingga kini, Yohanes Kurnia terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah, sekolah, dan sektor swasta untuk memperluas dampak Sekolah Robot Indonesia. Ia juga aktif sebagai pembicara dan mentor dalam berbagai forum pendidikan dan inovasi teknologi. Melalui misinya yang konsisten, Yohanes Kurnia menjadi simbol dari harapan baru: bahwa dengan pendidikan yang tepat dan semangat membangun dari akar rumput, Indonesia bisa mencetak generasi muda yang tak hanya siap menghadapi masa depan, tapi juga menciptakannya.
Youtube